Jumat, 17 Mei 2013

“Suara Hati Styrofoam…”



Aku tergeletak begitu saja di pinggiran tempat sampah diujung gang gelap ini. Tubuh putihku terkotori bekas mie ayam yang aku lindugi kemarin sore. Seorang pembeli membuangku begitu saja tanpa ia berfikir akibat apa yang bisa aku timbulkan pada tubuh mereka. Manusia memang aneh, mempunyai anugerah otak yang begitu menakjubkan tapi tak sanggup memahami dan memaksimalkan potensinya…
Aku sendiri sebagai suatu bahan yang mereka sebut “Styrofoam” mulai memahami tentang hakekat diriku. Awalnya aku bangga dapat membantu manusia dengan tubuhku untuk mengengemas makanan mereka. Tapi suatu hari… aku mendengar orang berbicara mengenai diriku. Lalu kebanggaanku perlahan hilang…, karena ternyata aku dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi tubuh manusia.
Lalu untuk apa aku dibuat oleh manusia??? Jika diri ini tak mampu membawa kemaslahatan bagi mereka…
dan ku titipkan persembahan suara hatiku untuk mereka…
# aku hanya ingin menjadi suatu hal berguna di bumiNya…
aku hanya ingin menjadi suatu hal bermanfaat di bawah langitNya…
aku juga ingin menjadi penunjang kebaikan bagi kholifahNya…
# namun…
jika angan diri terlalu tinggi,
 jika asa tak mampu lagi berwujud nyata…
biarkanlah aku using tak berguna…
hingga tak akan lagi tercipta…
jika ketidakberadaanku mampu membuat manusia lebih menghargai amanah Tuhanku dan Tuhan mereka…
Selamat tinggal manusia…
teriring cinta dariku…
“Styrofoam”


Ini Gayaku
untuk mendukung
Kampanye “Styrofoam? No, Thanks!”, Apa gayamu?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar