Senin, 28 Oktober 2013

"Bagian"


   Membiarkan bebas dan tak terikat atau bahkan membiarkan harapan menjadi serangkaian abstraksi yang lebih abstrak lagi hingga akhirnya tak ditemukan. Mengalir membiarkan takdir Tuhan berjalan dengan sempurna. Tapi mengenal keluarga lain dengan perlahan dan memasukinya seperti putri yang baru dikeluarga itu adalah kado luar biasa. Untuk seorang ayah yang aku bebas berdiskusi tentang “hidup” dan bahkan menanggung keperluanku disatu bagian episode Tuhan yang lewat tangan-tangan mereka Dia menunjukkan bahwa selalu ada malaikat-malaikat dibumi-Nya. Juga untuk seorang ibu yang dengan kekhawatirannya mengingatkanku akan banyak hal, atau kakek dan nenek yang mengajakku mengenal lebih jauh apa yang seharusnya aku pahami sesuai title almamaterku. Juga mengenal putri kecil yang menjadi adik tercantikku. 

Banyak hal… ya banyak hal yang kamu bawa. Tapi ketika aku dan kamu akan menjelma seabstrak apapun, mereka adalah persembahan ikatan yang selalu nyata. Selalu…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar