Sabtu, 16 Februari 2013

Belajar tentang hidup dari sisi lain dunia


Melihat dunia dari sisi lainnya. Memang terlalu sering ironi itu berkisah lewat layar kaca atau sesekali melihat selintas pada realita. kali ini terdiam ditengah keramaian yang menggambarkan kemewahan dan kemirisan. Tak ada semangat tergabung dalam kesenangan seperti beberapa pengunjung lainnya, yang ada hanya berfikir meraba rasa pada nurani. Disetiap sudut selalu terlihat duka yang terselip lewat pengorbanan dan perjuangan hidup. aku tak menikmatinya sama sekali sebagai rekreasi menghilangkan penatnya perkuliahan, justru lebih memaknainya sebagai kesempatan belajar tentang ruang hidup yang tak pernah kudekati. Kata demi kata muncul menggambarkan rasa dan tanya lewat diskusi kecil bersama orang yang menemaniku.
“Inilah hidup” ungkapnya
“Lalu dimana letak rasa kemanusiaan pada diri seorang manusia?” tanyaku hening
“Terkadang memang harus tega, karena beginilah adanya”
“Tidak bukan itu, bukan keharusan tega terhadap semua ini. Tak adakah cara lain?”
“Ada, selesaikan kuliah, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk sesama. Bukankah sekarang pun kamu masih bergantung dari mereka yang secara tak langsung memberikan sumbangsih pada uang negara yang kau terima?”
__Lalu diam menyeruak dalam renungan diri...__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar