Rasanya masih begitu lekat diingatan, praktikum loby dan negosiasi kelas komunikasi bisnis. Saat itu praktikan terbagi menjadi dua kelompok besar sebagai masyarakat dan perusahaan. Dengan skenario win-lose solution alur pun mengalir tanpa persiapan. Pihak perusahaan harus melakukan negosiasi kepada masyarakat untuk membeli tanah sebagai lahan yang akan dibangun real estate lalu begitu pun sebaliknya. Tapi dasar mahasiswa, masyarakat dan perusahaan justru sama-sama cerdas dan pintar berceloteh dengan bahasa yang cukup “tinggi”. Masing-masing pihak bertahan dengan argumen yang logis namun apatis, tak peduli dengan pihak lain. Sampai akhirnya asisten praktikum mengarahkan alur hingga tujuan akhir tercapai, yaitu seperti fenomena pada umumnya “perusahaan menang”. Drama kelas yang singkat dan terkadang mengundang gelak tawa itu berjalan dengan suasana ramai namun damai. Sayangnya justru drama tersebut tak menggambarkan konflik pelik yang biasanya terjadi.
Sampai pada satu waktu semua ingatan itu kembali memenuhi pikiran. Ternyata tak begitu menyenangkan seperti diskusi kelas. Memandangi hamparan sawah dikampung halaman yang kini berganti dengan bangunan perumahan. Sungguh miris. Banyak pula terdengar cerita tentang tetangga yang menjual sawahnya kepada kontaktor perumahan dengan harga yang bagi orang kampung terbilang cukup tinggi. bukankah hidup masayarakat pun masih terbentur faktor ekonomi yang semakin mencekik, hingga tak salah juga memutuskan menjual sawah demi rupiah.
Tak tau harus mengungkapkan perasaan dalam tulisan dengan sudut pandang apa dan bagaimana memandang fenomena yang ada. Menyalahkan perusahaan perumahan itukah? Atau masyarakat yang menjual sawahnya?, mungkin terkesan seperti klise dan “sok”. Tapi rasanya hati terlalu tak tega merelakan alam yang terenggut pembangunan. Seandainya pembangunan yang ada selalu memperhatikan ekologi yang berkelanjutan... seandainya lingkungan tak pernah menjadi salah satu unsur yang sering kali terabaikan.. dan hati akhirnya bertanya pada diri, lalu bagaimana kontribusimu wahai sosok yang terkadang disebut pejuang ekologi seperti title fakulas di kampusmu??? (TSY)
Cirebon, 24 Januari 2013 @ 20:25
Sebuah kisah tentang pembangunan perumahan di Pamijahan (Desa tercinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar