Sabtu, 16 Februari 2013

Belajar tentang hidup dari sisi lain dunia


Melihat dunia dari sisi lainnya. Memang terlalu sering ironi itu berkisah lewat layar kaca atau sesekali melihat selintas pada realita. kali ini terdiam ditengah keramaian yang menggambarkan kemewahan dan kemirisan. Tak ada semangat tergabung dalam kesenangan seperti beberapa pengunjung lainnya, yang ada hanya berfikir meraba rasa pada nurani. Disetiap sudut selalu terlihat duka yang terselip lewat pengorbanan dan perjuangan hidup. aku tak menikmatinya sama sekali sebagai rekreasi menghilangkan penatnya perkuliahan, justru lebih memaknainya sebagai kesempatan belajar tentang ruang hidup yang tak pernah kudekati. Kata demi kata muncul menggambarkan rasa dan tanya lewat diskusi kecil bersama orang yang menemaniku.
“Inilah hidup” ungkapnya
“Lalu dimana letak rasa kemanusiaan pada diri seorang manusia?” tanyaku hening
“Terkadang memang harus tega, karena beginilah adanya”
“Tidak bukan itu, bukan keharusan tega terhadap semua ini. Tak adakah cara lain?”
“Ada, selesaikan kuliah, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk sesama. Bukankah sekarang pun kamu masih bergantung dari mereka yang secara tak langsung memberikan sumbangsih pada uang negara yang kau terima?”
__Lalu diam menyeruak dalam renungan diri...__

Kamis, 14 Februari 2013

tentang kamu aku dan sang waktu

Rasanya masih tetap sama seperti 4 tahun yang lalu... sebuah rasa yang tetap ada untuk "1" orang yang sama. aah entahlah aku sendiri tak mengharuskannya menjadi seperti apa atau mencoba menghilangkannya. mengalir begitu saja meski sering kali terasa amat menyebalkan. dan kini disatu waktu dalam perjuangan untuk sebuah perjumpaan menghadirkan sebuah perenungan. memberikan makna betapa "1" nama itu sudah terbiasa ada dengan segala bentuk keberadaannya. 
biarkan ia menjadi indah lewat rangkaian doa tuk berharap takdir terbaik tentang kita. 

Selasa, 12 Februari 2013

Apa kabar ekologi?



Rasanya masih begitu lekat diingatan, praktikum loby dan negosiasi kelas komunikasi bisnis. Saat itu praktikan terbagi menjadi dua kelompok besar sebagai masyarakat dan perusahaan. Dengan skenario win-lose solution alur pun mengalir tanpa persiapan. Pihak perusahaan harus melakukan negosiasi kepada masyarakat untuk membeli tanah sebagai lahan yang akan dibangun real estate lalu begitu pun sebaliknya. Tapi dasar mahasiswa, masyarakat dan perusahaan justru sama-sama cerdas dan pintar berceloteh dengan bahasa yang cukup “tinggi”. Masing-masing pihak bertahan dengan argumen yang logis namun apatis, tak peduli dengan pihak lain. Sampai akhirnya asisten praktikum mengarahkan alur hingga tujuan akhir tercapai, yaitu seperti fenomena pada umumnya “perusahaan menang”. Drama kelas yang singkat dan terkadang mengundang gelak tawa itu berjalan dengan suasana ramai namun damai. Sayangnya justru drama tersebut tak menggambarkan konflik pelik yang biasanya terjadi.
Sampai pada satu waktu semua ingatan itu kembali memenuhi pikiran. Ternyata tak begitu menyenangkan seperti diskusi kelas. Memandangi hamparan sawah dikampung halaman yang kini berganti dengan bangunan perumahan. Sungguh miris. Banyak pula terdengar cerita tentang tetangga yang menjual sawahnya kepada kontaktor perumahan dengan harga yang bagi orang kampung terbilang cukup tinggi. bukankah hidup masayarakat pun masih terbentur faktor ekonomi yang semakin mencekik, hingga tak salah juga memutuskan menjual sawah demi rupiah.
Tak tau harus mengungkapkan perasaan dalam tulisan dengan sudut pandang apa dan bagaimana memandang fenomena yang ada. Menyalahkan perusahaan perumahan itukah? Atau masyarakat yang menjual sawahnya?, mungkin terkesan seperti klise dan “sok”. Tapi rasanya hati terlalu tak tega merelakan alam yang terenggut pembangunan. Seandainya pembangunan yang ada selalu memperhatikan ekologi yang berkelanjutan... seandainya lingkungan tak pernah menjadi salah satu unsur yang sering kali terabaikan.. dan hati akhirnya bertanya pada diri, lalu bagaimana kontribusimu wahai sosok yang terkadang disebut pejuang ekologi seperti title fakulas di kampusmu??? (TSY)


Cirebon, 24 Januari 2013 @ 20:25
Sebuah kisah tentang pembangunan perumahan di Pamijahan (Desa tercinta

Tentang Ini ^-^


Menjadi seorang manusia tak terlepas dari bagaimana ia memandang hidup, mengisi hidup, dan berbagi tentang hidup... lalu pada akhirnya Ia akan mengerti betapa indahnya Allah memberikan kesempatan bernama "kehidupan". Hingga ku tuliskan tentang sebuah dunia kecil diantara dunia lainnya dalam sebuah dimensi kata "Sintya's World". mencoba memaknai bebagai kisah dan mengabadikannya lewat nyanyian semesta berwujud bahasa...