Dalam jejak-jejak impian
Mencermati paradoks hidup yang dilematis
Bertaruh tentang asa yang tak jarang memberatkan
Tertegun
Mengenang sekelumit janji keteguhan yang kian
goyah
Dipersimpangan aku tertunduk
Mencoba melupakan kemegahan cita
lalu menggantinya dengan sederhana
Terdiam
memanipulasi
kata hati yang tersembunyi
Tapi Ia menggeliat,
Bak kudeta perlawanan dalam panggung politisi
Lalu menyisakan air mata
Dalam sebuah kisah yang terdiam
Aku menyaksikan kebekuan
Menguapkan sisa-sisa semangat yang dulu menggema
Namun atas nama manusia yang ingin membuktikan
keberadaannya
Diri akan tetap berjuang
Dan berharap setiap serpihan episode
Kian menjelma laksana aurora